Obat Gula darah / Diabetes Melitus (Diabextrac + Gamat + Madu SJ + Spirulina + Habbasauda)

Resep Obat Herba HNI untuk Sakit Gula Darah atau Diabetes Melitus



Ketika organ pankreas tidak berhasil memproduksi insulin yang cukup dan menyebabkan kadar gula darah meningkat, saat itulah Anda berpotensi mengidap diabetes.

Diabetes, Kenali Lebih Jauh Gejala dan Cara Pengobatannya

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang berkaitan dengan kadar gula berlebih dalam darah Anda.

Gula darah atau glukosa sejatinya sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh sebagai salah satu sumber energi. Glukosa juga merupakan bahan bakar utama bagi otak Anda.

Penyebab diabetes bervariasi tergantung jenisnya. Namun yang harus disadari adalah apapun jenis diabetes yang diidap, punya potensi menyebabkan kelebihan gula darah.

Kadar gula darah yang berlebih ini bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Penyakit diabetes diketahui ada beberapa jenis, yang paling umum adalah diabetes tipe1 dan tipe2, dikenal sebagai diabetes kronis.

Disamping itu ada pula diabetes yang punya kemungkinan bisa kembali normal seperti pradiabetes dan diabetes gestasional.

Pada pradiabetes kadar gula dalam darah lebih tinggi dari biasanya namun tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

Pradiabetes biasanya menjadi pendahuluan sebelum berkembang menjadi diabetes bila tidak ditangani dengan benar.

Diabetes gestasional pada sebagian orang biasa terjadi saat sedang hamil, namun setelah melahirkan bisa normal kembali.

Gejala Diabetes

Gejala diabetesImage source istock photo

Menurut mayoclinic [1], gejala diabetes pada tiap penderita berbeda-beda tergantung kadar gula dalam darah yang diderita.

Pengidap pradiabetes atau diabetes tipe 2 kadang-kadang tidak menunjukkan gejala apapun.

Sedangkan pada diabetes tipe 1 gejalanya lebih terlihat karena masuk kategori parah.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil (BAK).
  • Rasa lapar yang ekstrim (sering merasa lapar kembali meski baru makan).
  • Berat badan turun drastis tanpa sebab.
  • Muncul keton dalam urin saat berkemih.
  • Sering mengalami rasa lelah.
  • Sifat lekas marah.
  • Pandangan menjadi kabur (mata rabun).
  • Jika mengalami luka, lama sembuh.
  • Mengalami infeksi organ tubuh, seperti di gusi atau kulit dan infeksi v4gina.

Diabetes tipe 1 sering muncul pada usia anak atau remaja, sedangkan tipe 2 pada usia 40 tahun keatas.

Namun demikian kedua tipe diabetes ini bisa muncul pada usia berapa saja.

Penyebab Diabetes

Untuk memahami kejadian diabetes, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana glukosa diproses secara normal di dalam tubuh.

Cara kerja insulin

Diabetes and insulinImage source pixabay.com

Insulin merupakan hormon yang berasal dari kelenjar yang terletak di belakang dan di bawah perut (pankreas).

  • Pankreas bekerja dan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah.
  • Insulin bersirkulasi didalam tubuh yang memungkinkan gula memasuki sel tubuh.
  • Insulin akan berperan sebagai agen dalam menurunkan kadar gula darah Anda.
  • Ketika kadar gula darah turun, begitu juga sekresi insulin dari organ pankreas Anda.

Peran glukosa

Glukosa atau gula merupakan salah satu sumber energi penting bagi sel-sel yang membentuk otot dan jaringan lain.

  • Glukosa dalam tubuh dihasilkan oleh organ hati dan makanan.
  • Gula diserap ke dalam aliran darah, di mana ia memasuki sel dengan bantuan insulin.
  • Hati Anda menyimpan dan membuat glukosa.
  • Saat kadar glukosa rendah (misal karena belum makan), maka organ hati akan memecah simpanan glikogen menjadi glukosa agar kadar glukosa darah tetap normal.

Penyebab diabetes tipe 1

Para ahli medis belum bisa memastikan penyebab utama dari diabetes tipe 1 ini.

Teori selama ini adalah karena adanya kelainan system kekebalan tubuh salah mendeteksi zat asing yang masuk dalam tubuh.

Normalnya mereka melawan bakteri atau virus berbahaya, tapi justru menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.

Efeknya insulin dalam darah menurun dan terjadi penumpukkan kadar gula dalam darah.

Ada dugaan, diabetes tipe 1 diakibatkan oleh gabungan kelainan genetik dan faktor lingkungan, walaupun hal tersebut belum jelas benar.

Anggapan berat badan berlebih (obesitas) belum dipercaya sebagai salah satu faktor pencetus diabetes tipe 1.

Penyebab pradiabetes dan diabetes tipe 2.

Pada pradiabetes sebagai cikal bakal diabetes tipe 2 dan pada diabetes tipe 2, muncul resistensi sel tubuh terhadap insulin.

Pada sisi lain organ pankreas gagal mencukupi insulin untuk mengatasi gangguan tersebut.

Normalnya gula akan habis digunakan sebagai energi, tapi kelangkaan insulin ini menjadikan gula mengendap dalam darah.

Penyebab inipun tidak pasti, walaupun diyakini disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.

Pada diabetes type 2, obesitas punya potensi jadi salah satu pemicu, meskipun tidak semua pengidap diabetes tipe 2 memiliki berat badan berlebihan (gemuk).

Penyebab diabetes gestasional

Pada fase kehamilan, plasenta menghasilkan hormon yang berperan untuk mempertahankan kehamilan Anda.

Hormon-hormon tersebut membuat sel-sel Anda lebih peka terhadap insulin.

Dalam kondisi demikian, pada umumnya pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak sebagai antisipasi alamiah.

Namun kadang-kadang pankreas tidak melakukan proses tersebut. Ini yang menimbulkan diabetes gestasional.

Faktor risiko diabetes

Faktor risiko yang bisa memicu timbulnya diabetes sangat tergantung pada jenisnya.

Faktor risiko diabetes tipe 1

Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor-faktor yang mungkin menandakan peningkatan risiko meliputi:

  • Riwayat keluarga. Orang tua atau saudara pengidap tipe 1, punya potensi menurunkan penyalit ini pada anaknya.
  • Faktor lingkungan, seperti adanya paparan penyakit virus tertentu.
  • Autoimun. Mengidap kelainan sel sistem imun yang merusak (autoantibodi).
  • Letak geografi. Pada negara tertentu penderita tipe 1 cukup tinggi seperti di Finlandia dan Swedia.

Faktor risiko pradiabetes dan diabetes tipe 2

Hingga kini para ahli belum memiliki kesimpulan mengapa hanya pada sebagian orang pradiabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2, sedang lainnya tidak.

Beberapa kondisi dibawah ini bisa menjadi pencetus munculnya gejala, antara lain :

  • Kelebihan berat badan (obesitas). Logikanya sederhana, makin banyak timbunan lemak dalam jaringan tubuh, semakin resisten terhadap insulin.
  • Jarang olahraga. Kurang gerak juga menjadi faktor pemicu. Semakin kurang aktif mak resiko semakin besar.
  • Riwayat keluarga. Punya ayah atau ibu pengidap diabetes, besar kemungkinan akan menurun ke anak-anaknya.
  • Ras atau golongan tertentu. Kelompok tertentu seperti orang kulit hitam, Hispanik, Indian Amerika, dan Asia Amerika, memiliki resiko lebih tinggi.
  • Faktor umur atau usia. Semakin bertambah usia, semakin besar potensinya.
  • Pernah mengalami diabetes gestasional.
  • Sindrom ovarium polikistik. Ini bagi kaum wanita memiliki periode haid tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih dan obesitas.
  • Hipertensi. Memiliki tekanan darah dengan tensi lebih dari 140/90.
  • Pengidap kolesterol dan trigliserida yang tinggi.

Faktor risiko diabetes gestasional

Selama dalam masa kehamilan, ibu hamil (bumil) bisa terserang diabetes gestasional. Pada beberapa bumil memiliki resiko yang lebih besar daripada yang lain.

Faktor risiko diabetes gestasional antara lain meliputi:

  • Usia, khususnya pada bumil diatas 25 tahun.
  • Turunan atau ada riwayat keluarga.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Bumil yang gemuk sebelum hamil berada dalam resiko yang tinggi.
  • Ras atau golongan orang tertentu seperti wanita berkulit hitam, Hispanik, Indian Amerika atau Asia Amerika lebih mungkin mengidap diabetes gestasional.

Komplikasi diabetes

Komplikasi yang terjadi terhadap pengidap diabetes berlangsung secara bertahap dalam jangka panjang.

Makin lama mengidap kelebihan gula darah, maka semakin tinggi komplikasinya.

Bila tidak tertangani dengan benar, pada akhirnya, komplikasi diabetes bisa merenggut keselamatan.

Berikut ini kemungkinan komplikasi pada pengidap diabetes:

  • Penyakit kardiovaskular. Termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan penyempitan arteri (aterosklerosis).
  • Kerusakan saraf (neuropati). Bisa menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri. Biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari tangan secara bertahap menyebar ke atas.
  • Saraf yang rusak bila tidak diobati, bisa menyebabkan kehilangan semua indra perasa pada anggota tubuh yang terdampak.
  • Bila saraf rusak terkait dengan pencernaan bisa timbul masalah seperti mual, muntah, diare atau sembelit. Kaum lelaki bisa alami kegagalan er3ksi (disfungsi ereksi).
  • Mengakibatkan kerusakan ginjal (nefropati).
  • Kerusakan fungsi mata (retinopati).
  • Kerusakan kaki. Saraf kaki yang rusak meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki yang berujung pada amputasi jari kaki, kaki atau tungkai.
  • Mempengaruhi kondisi kulit. Diabetes bisa membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur.
  • Gangguan fungsi pendengaran.
  • Penyakit alzheimer. Diabetes tipe 2 mungkin beresiko pada demensia, seperti penyakit alzheimer.
  • Stress atau depresi. Gejala depresi sering muncul pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Depresi ini bisa mengganggu proses penyembuhan.

Komplikasi diabetes gestasional

Pada sebagian besar bumil pengidap diabetes gestasional bisa melahirkan bayi yang sehat.

Namun demikian, kelebihan kadar gula darah bila tidak ditangani bisa berdampak buruk bagi ibu dan bayinya.

Baby cryingImage source pixabay.com

Komplikasi pada bayi:

  • Berat badan bayi lebih besar, ini akan menyulitkan proses persalinan.
  • Kadar gula darah justru menjadi drop/rendah (hipoglikemia).
  • Berpotensi terserang diabetes tipe 2 di kemudian hari.
  • Mengancam nyawa bayi. Apabila tidak diobati dengan baik bisa mengakibatkan kematian bayi baik sebelum atau sesaat pasca lahir.

Komplikasi pada ibu:

  • Preeklamsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kelebihan protein dalam urin, serta bengkak pada tungkai dan kaki.
  • Kembali terpapar diabetes gestasional pada fase kehamilan berikutnya.

Pencegahan diabetes

Penyakit diabetes tipe 1 menurut para ahli tidak bisa dicegah. Adapun untuk tipe 2, pradiabetes dan diabetes gestasional bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat.

  • Konsumsi makanan sehat dengan rendah lemak dan rendah kalori serta mengandung tinggi serat.
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur.
  • Berolah raga secara teratur dan banyak aktivitas fisik.
  • Melakukan program menurunkan berat badan. Turunnya berat badan bisa mengurangi potensi diabetes. Untuk bumil konsultasikan selalu dengan dokter bila ingin diet.

Pengobatan diabetes dengan herbal

Bila upaya Anda dalam mencegah diabetes belum berhasil, lakukan ikhtiar pengobatan dengan obat berbasis herbal yang telah memiliki izin dari lembaga resmi negara.

Produk-produk HNI yang dipakai dalam membantu mengurangi gejala diabetes (sesuai resep HNI mobile) antara lain sebagai berikut :

  • Diabextrac : 2 x 3 kapsul
  • Habbatussauda : 2 x 3 kapsul
  • Spirulina : 2 x 3 kapsul
  • Madu SJ : 2 x 2 sdm
  • Gamat Kapsul : 2 x 3 kapsul

Testimoni sembuhkan diabetes

Apakah diabetes bisa disembuhkan dengan obat herbal?

Mungkin itu salah satu pertanyaan yang muncul saat Anda akan mencoba pengobatan alternatif bukan dengan obat dokter.

Jawabannya bisa iya, atau bisa juga tidak.

Tergantung tingkat keparahan penyakit yang Anda idap dan riwayat kesehatan selama ini.

Bila Allah mengijinkan, maka in syaa Allah dengan herbal HNI yang halal dan thoyyib, diabetes Anda berangsur membaik.

Cek salah satu testimoni pengguna yang telah melakukan pengobatan dengan produk HNI dalam mengobati diabetes, testimoni sembuh dari diabetes dan bebas amputasi.

Tertarik?

Silahkan ikhtiarkan dengan produk HNI.

Resep HNI Diabetes Melitus

Isi Paket Diabetes Melitus HNI

HARGA KONSUMEN:
- Diabextrac Rp.130.000
- Habbassauda Kapsul Rp.60.000
- Spirulina Rp.90.000
- Madu S Jaga Rp.120.000
- Gamat Kapsul Rp.130.000
TOTAL : 530.000 (belum termasuk ongkir)

Saran Pemakaian

Berikut ini adalah dosis minum pemakaian paket Diabetes Melitus sesuai dengan Resep HNI V.2.1.3.

- Diabextrac : 2 x 3 kapsul
- Habbatussauda : 2 x 3 kapsul
- Spirulina : 2 x 3 kapsul
- Madu SJ : 2 x 2 sdm
- Gamat Kapsul : 2 x 3 kapsul

Content Disclaimer:

Artikel ini hanya sebagai informasi semata, tidak ditujukan sebagai saran pengganti resep dokter / ahli kesehatan keluarga Anda.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum melakukan pengobatan dengan artikel ini.

CARA ORDER Paket Diabetes Melitus

Tertarik membeli Paket Diabetes Melitus ini? Cukup klik tombol WA dibawah atau hubungi 

Cs kami di 0852 1310 5733


NB : 

DAPATKAN HARGA PAKET LEBIH MURAH

Mau harga lebih MURAH? SILAKAN daftar dulu jadi member PAKET 30 RIBU

UNTUK MENDAFTAR MENJADI MEMBER SILAKAN KLIK LINK DAFTAR DIBAWAH INI

 

Comments

Popular posts from this blog

Resep Obat Toko HNI Herbal

Obat Cacing Kremi (Spirulina + Procumin Habbatussauda + Madu S Jaga)

Obat Rambut Rontok dan Kebotakan (Deep Beauty + Madu S Jaga)